Sejarah

Sejarah

     Kelas Sanggar Kutubu at- Turots al-Amanah Junwangi Krian Sidoarjo   merupakan rintisan dari sebuah “cita-cita” gagasan yang besar KH NURCHOLIS MISBAH untuk mencetak kader-kader ulama’ diketuai oleh UST. ACHMAD ANTONI AKBAR, M.Pd yang telah diresmikan oleh Ulama’ Besar SYEH MUHAMMAD ROJAB DIEB dari Syria pada tangggal 10 Mei 2018/24 Sa’ban 1439 H.

 

DENGAN MOTTO

مَوْتُ العَالِمِ مَوْتُ العَالَم

 KALAU DUNIA SUDAH TIDAK ADA ULAMA’ MAKA TUNGGULAH KEHANCURAN DUNIA DAN ALAM SEMESTA INI

Target

Target

TARGET KELAS SANGGAR KUTUBUT TUROST

  1. Mampu Imlak dengan Baik dan benar
  2. Faham kitab Jurumiyah dan pendalamannya
  3. Hafal Kitab Imtithy dan Alfiyah beserta pendalamannya
  4. Mampu baca kitab kuning dengan baik dan benar
  5. Kajian pendalaman kitab kelas takhossus Alfiyah meliputi :
  • Alfiyah
  • Syarah Alfiyah Ibnu Aqil
  • Jami’ud Durus
  • Ilmu Arud (Syair- Syair Arab dan cara membuat syair arab dengan bahar- baharnya)
  • Balaghoh
  • Ilmu Manthiq
  1. Kelas takhossus Alfiyah ini juga tetap mendapatkan pelajaran diniyah di jenjangnya masing-masing seperti : (Mabadi’ul fiqiyah, Taqrib, Aqidatul Awam, Jawahirul Kalamiyah, Durusul lughoh, Arobiyah Lin Nasyi’in, Jurumiyah, Amsilatut Tasrifiyah, Gowa’idul I’lal, Arba’in Nawawy, Syarah Arba’in Nawany, Fathur Rohman, Akhlaqul Libanin dll.)
Program

Program

PROGRAM KELAS SANGGAR KUTUBUT TUROST AL-AMANAH

 

Program ini terdiri dari empat jenjang :

  1. Semester Pertama kelas VII SMP Bilingual Terpadu yang  diawali dril pendalaman  kitab Jurumiyah dan Amsilatut Tasrifiyah yang disertai dengan latihan praktek membaca kitab kuning dan imlaknya. Pada semester dua baru dimulai menghafal bait ke1-100 Bait, minimal tiap harinya menghafal 3 bait Dari Nadhom Imrithy.
  1. Jenjang kedua terdiri dari peserta didik kelas VIII SMP Bilingual Terpadu yang diawali dengan menghafal bait ke -101 – 200 Bait, minimal tiap harinya menghafal 3 bait Dari Nadhom Imrithy.
  2. Jenjang ketiga terdiri dari peserta didik kelas IX SMP Bilingual Terpadu yang diawali dengan menghafal menghafal bait ke – 201-254 Bait, minimal tiap harinya menghafal 3 bait Dari Nadhom Imrithy.
  3. Jenjang keempat melanjutkan hafalan Alfiyah di kelas lanjutan Madrasah Aliyah Bilingual
  4. Kalau ada yang menyelesaikan target sebelum kelas IX maka akan kita Lanjutkan ke Progam Alfiyah
Kegiatan belajar Mengajar

Kegiatan belajar Mengajar

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SANGGAR KUTUBUT TUROST

KELAS SANGGAR KUTUBUT TUROST al-Amanah ini memiliki Kegiatan Belajar Mengajar yang terencana secara teratur :

  1. Doa di awal dan akhir pembelajaran

Sebelum memulai materi, sang guru memandu mereka membaca al-Fatihah kemudian sebelum ditutup mereka berdoa bersama-sama agar diberi kemudahan dalam menghafal Imrithy dan Alfiyah dan mampu memahaminya. Doa-doa yang dibaca itu pun bersumber dari doa-doa yang ma’tsur, sebelum mengakhiri pelajaran pun peserta didik berdoa bersama dengan dipandu oleh sang guru.

Cara ini juga secara tidak langsung mengajarkan peserta didik agar selalu mengawali dan mengakhiri aktivitas mereka dengan doa baik itu di sekolah, rumah maupun di mana pun.

  1. Kurrasah Mutaba’ah (Buku Penghubung)

Buku ini adalah catatan anak mulai jenjang pertama sampai ketiga. Sebelum memulai hafalan peserta didik menyerahkan Kurrasah Mutaba’ah kepada pembimbing yang ada.  Adapun fungis Kurrasah Mutaba’ah ini sangatlah penting karena dalam kurasah tersebut juga dijadikan sebagai media untuk menuliskan apa yang telah dicapai anak pada hari itu.

Ketika peserta didik bisa menyetorkan hafalan bagus, biasa atau lemah semua ditulis dengan beberapa kriteria nilai seperti mumtaz (istimewa), jayyid jidan (sangat bagus), jayyid (bagus) dan dhaif (lemah).

Kurrasah ini akan dibawa pulang oleh si anak sehingga kedua orang tua bisa melihat dan mengetahui apa yang telah dicapai oleh peserta didik. Melalui kurrasah ini jejak rekam prestasi anak bisa terikuti oleh pihak guru dan orang tua selama satu semester sehingga wali murid bisa memperbaiki serta memberi motivasi khusus kepada peserta didik.

  1. Thabur (Budaya Antri).

Ketika proses pembelajaran berlangsung pembimbing mengarahkan untuk mengantri dan meunggu gilirian menghafal. Budidaya mengantri ini bertujuan membentuk karakter sabar dalam hal apapun, tidak menyerobot dan berbaris secara rapi. Selama menunggu gilirannya peserta didik diberi kesempatan untuk memperkuat hafalan yang akan disetorkan agar dapat mencapai nilai yang tinggi.

  1. Al-ikhtibar (ujian)

Ujian ini diadakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kemampuan anak dengan target telah ditentukan.

  1. Kegiatan dilaksanakan siang dan malam Pukul 13.45-15.00 WIB dan 17.30 – 20.30 WIB.